Tampilkan postingan dengan label Life Hack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Hack. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2014

The Indian sanitary pad revolutionary


A school dropout from a poor family in southern India has revolutionised menstrual health for rural women in developing countries by inventing a simple machine they can use to make cheap sanitary pads.






Arunachalam Muruganantham's invention came at great personal cost - he nearly lost his family, his money and his place in society. But he kept his sense of humour.You can find the complete story here.

Kamis, 08 November 2012

Lampu Matahari dari Botol Bekas



Liter of Light Project adalah sebuah gerakan yang mengangkat Lampu Matahari sebagai alat penerangan alternatif pengganti lampu minyak tanah yang sering digunakan di negara-negara berkembang. Mungkin banyak yang belum tahu ya kalau lampu minyak tanah itu berbahaya dikarenakan jumlah gas beracun termasuk CO2 yang dihasilkan dari pembakaran minyak tanah tersebut.

Seorang mahasiswa MIT, Alfredo Moser mengemukakan sebuah ide sebuah alat penerangan alternatif yang dibuat dari botol plastik minuman bekas, yang berfungsi sebagai lampu matahari. Lalu, Illac Diaz, mahasiswa asal Filipina mewujudkan ide tersebut dan menciptakan Liter of Light Project.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, Lampu Matahari dibuat dari botol plastik bekas minuman yang sebagian badannya dimasukkan kedalam atap rumah. Botol tersebut diisikan campuran air dan pemutih (bleach) sehingga bisa menangkap dan mengamplifikasikan sinar matahari dari atas. Sinar yang dihasilkan setara dengan lampu sebesar 55 watt. Pemutih (bleach) yang dicampur dalam air mencegah tumbuhnya ganggang dan bakteri didalam botol  sampai selama-lamanya lima tahun. Kekurangan dari lampu matahari ini adalah ketergantungannya dari matahari. Jika tidak ada matahari maka tidak ada cahaya yang dihasilkan.

Gerakan Liter of Light ini dimulai di negara Filipina dan menyebar ke beberapa negara lainnya di seluruh dunia.


Kamis, 12 Juli 2012

Alat Perubah Karbon Menjadi Oksigen Pada Asap Rokok


Walaupun saya bukan seorang perokok dan cenderung  mencintai udara bersih tanpa asap rokok saya bukanlah orang yang menyukai perdebatan antara perokok dan anti-rokok. Seseorang yang sudah terkena adiksi rokok akan sulit untuk melepaskan diri walaupun dengan tekad yang kuat seharusnya ya bisa juga sih berhenti merokok. Dan saya yakin ini akan jadi perdebatan yang sulit dihentikan juga.

Penemuan dua siswa SMA 3 Semarang ini bisa disebut sebuah terobosan yang bisa menengahi perdebatan antara dua kubu ini. Hermawan Maulana dan Zihramna Afdi menciptakan alat pemisah karbon dan oksigen untuk ruang merokok yang mereka sebut dengan T-Box. Tidak tanggung-tanggung mereka berhasil menggondol medali emas dalam event International Exhibition for Young Inventors di Bangkok, Thailand yang diadakan pada tanggal 28-30 Juni 2012.



Skema diatas memberikan gambaran sekilas bagaimana T-Box ini bekerja dan selengkapnya bisa Anda baca di artikel ini.